Untaian Puisi Untuk Mbok Patmi

Patmi Hidup di Jantung Revolusi Kami

Oleh: Aksara Nareswara Jagadhita

Patmi kau adalah bunga
tumbuh subur di tanah perlawanan
disirami kucuran tekad, kesadaran, dan kegigihan
yang gugur dibulan maret, dimusim penghujan

Patmi kau adalah puisi
untaian berbait-bait kata yang tak pernah selesai dibaca
rangkaian makna yang menghantam kepongahan penguasa
yang menyongsong keabadian, pada 21 Maret dihari puisi

Patmi kau adalah petani
menanam perjuangan di sawah-sawah yang terancam proyek pembangunan
menyemainya dengan cita-cita luhur keadilan
yang menumpahkan darah, di ladang tandus sistem kekuasaan

Patmi kau merupakan martir
memberi kesaksian tentang kebusukan para elit
memasung kaki demi menentang kebrutalan
yang mengorbankan diri, demi menghardik para pecundang

Padmi kau tak akan pernah mati
Cita-citamu abadi

Walaupun jantungmu berhenti berdetak
namun,
darahmu selalu mengalir,
disetiap denyut urat nadi
dan selalu hidup,
di Jantung Revolusi Kami!!!

Yogyakarta, 22 Maret 2017

Di Bawah Hujan Bulan Maret
: surat untuk Patmi

Oleh: Candra Malik

Sudah suratan bagimu, Patmi,
diwafatkan tepat di hari puisi.
Padahal kami menulis tiap hari
bertinta airmata kami sendiri.

Peluh menetesi adukan semen,
bercampur airmata para petani.
Kendeng kini semanis permen,
dan dikuasai semut sembrani.

Tapi tak percuma kaki-kakimu
engkau pasung di depan istana.
Itulah caramu menunjukkan rindu
pada masa-masa hidup bahagia.

Tapi tak sia-sia jiwamu gugur
di bawah hujan di Bulan Maret.
Dibakar matari ragamu gentur,
nyalimu tak pernah mengkeret.

Kami yang seharusnya malu
menanggung kebodohan diri.
Sok jantan tapi tak punya jalu,
khawatir lapar dan takut mati.

21 Maret 2017

Keadilan Tak Terbayar

Oleh: Novi Iskandar

Negeri ini seperti mati suri
Bahkan bungkam karna ambisi
Korporasi seperti gurita saling melindungi
Seperti Tirani menbunuh Rakyat sendiri

Wahai Kaum Borjuasi
Dasimu itu tidak berguna lagi
Bahkan serasa mencekik leher kami
Kau menumpahkan air mata darah bagi kami
Bercecer luka dan kecewa merenggut nyawa seseorang dari kami

Kalau engkau peka dan punya nurani
Pasti tak kan ada tragedi ironis ini

Untukmu Mbok Patmi
Perjuanganmu tak terlupakan
Beristirahatlah dengan damai

HIDUP KAUM TANI!!!
PANJANG UMUR PERLAWANAN…

Pati, 22 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s